Peran Ibu dalam Keluarga, Penanaman Pendidikan Karakter Sejak Usia Dini

https://www.merdeka.com/trending/5-manfaat-pendidikan-karakter-bagi-anak-tumbuhkan-sikap-mulia-sejak-dini-kln.html

 Pendidikan karakter menjadi hal yang sangat mendasar bagi anak – anak. Pendidikan karakter ini yang nantinya akan menguatkan pondasi anak dalam menghadapi masa depannya. Menurut John W. Santrock, pendidikan karakter merupakan pendidikan dengan pendekatan langsung pada peserta didik dengan tujuan menanamkan nilai moral sehingga dapat mencegah perilaku yang dilarang. Pendidikan karakter yang baik ini akan diserap secara maksimal oleh anak – anak pada saat mereka berada di dalam lingkungan yang kondusif dan suportif.

Anak mengenal pendidikan karakter pada awalnya di lingkungan terkecil mereka yaitu lingkungan keluarga. Di dalam lingkungan keluarga ini nantinya pendidikan terhadap pembiasaan karakter yang baik bisa diterapkan. Semua pihak yang ada di dalam keluarga terkait dengan pembelajaran Pendidikan karakter. Melalui pendidikan karakter di lingkup yang paling kecil yaitu lingkup keluarga, anak – anak bisa mendapatkan pandangan hidup yang positif dan juga memiliki nilai-nilai kehidupan yang sesuai dengan pilar karakter, misalnya : baik hati, rendah hati, mandiri, kejujuran, kepedulian, tanggung jawab, hingga keimanan. Selain itu, pendidikan karakter memiliki sejumlah fungsi, di antaranya:

  • Mengembangkan potensi dasar manusia agar menjadi individu yang berhati, berpikiran, dan berperilaku baik.
  • Membangun dan memperkuat perilaku masyarakat, dalam hal ini masyarakat Indonesia yang multikultural.
  • Membangun dan meningkatkan peradaban bangsa.

Orangtua, baik itu ayah maupun ibu seharusnya memiliki tanggung jawab yang seimbang dalam melakukan pengasuhan anak atau pun buah hati mereka. Kali ini, seorang ibu menjadi bahasan utama kita. Apakah sebenarnya peran Ibu dalam menerapkan Pendidikan karakter terutama pada anak usia dini? Seperti halnya yang telah kita ketahui, ibu merupakan madrasah pertama bagi anaknya. Ibu adalah sekolah pertama bagi anaknya. Menjadi seorang ibu bukanlah tugas yang mudah. Seorang ibu haruslah bisa melakukan manajemen waktu, manajemen emosi dan manajemen lainnya agar ibu bisa melaksanakan tugas dengan baik dalam memberikan pendampingan Pendidikan bagi anak – anak mereka.

ingin berbagi ilmu? atau ingin menjadi guru freelance?
join yuk di IBSI Education

https://www.ibsieducation.com/

WA.me/+62882-0090-14440

Selain itu seorang ibu juga harus memiliki wawasan dan pandangan yang luas sehingga dalam proses memberikan pendampingan anak, ibu bisa memberikan informasi – informasi yang terbaik yang diperlukan oleh anak. Apa yang dilakukan oleh ibu akan secara otomatis terekam di dalam otak anak dan secara tidak langsung mereka akan mencontoh segala yang telah terekam karena anak merupakan individu yang luar biasa kemampuan dalam menyerap semua informasi.

Seperti halnya bisa diberikan contoh, ibu membiasakan bangun awal setiap paginya. Hal baik semacam ini akan secara langsung terekam oleh anak – anak. Mereka akan melakukan kegiatan baik yaitu bangun awal setiap pagi karena ibu telah memberikan contoh ini secara terus menerus. Ada juga contoh ibu melakukan kegiatan di luar rumah dengan penuh semangat. Hal ini yang menjadikan anak – anak terinpirasi dan mereka pun melakukan kegiatan dengan penuh semangat. Contoh lain yang seringkali dilakukan oleh ibu adalah melakukan rutinitas beribadah sehingga anak pun akan mengerjakan kegiatan beribadah dengan tekun. Hal – hal baik yang juga dikenal dengan Pendidikan karakter ini akan terbawa sampai mereka dewasa nanti.

Ibu bersama ayah bisa merancang program kegiatan yang sudah disepakati bersama anak – anak tercinta dengan tujuan memberikan ruang bagi anak untuk bisa memberikan pendapatnya. Ketrampilan dalam memberikan pendapat ini menjadikan anak – anak lebih percaya diri, merasa senang dan nyaman dalam menerapkan pembiasaan – pembiasaan baik yang sudah dicontohkan oleh orangtua. Kerjasama yang baik di dalam keluarga, terutama antara ibu dan ayah sangatlah diperlukan. Terlebih lagi pada anak usia dini, mereka yang baru berusia di bawah 8 tahun masih memerlukan inspirasi pembiasaan pendidikan karakter yang baik. Dengan adanya Pendidikan Karakter sejak usia dini yang telah dimulai dalam lingkungan terdekat anak yaitu keluarga, maka di masa 15 – 20 tahun yang akan datang, Indonesia memiliki generasi  yang unggul, kreatif, dan juga berkarakter.


Sumber : Ardhiana Yoghi Savitrie, M.Pd, https://beritajatim.com/


Komentar